Pameran Komik Mal Ciputra
Pameran komik di mall? Kenapa enggak? Itu yang tejadi di Mal Ciputra pada tanggal 25 Agustus sampai dengan 12 September 2004. Berlokasi di lantai 4 mal tesebut, arena pameran sedikit tersamar karena menyatu dengan tempat-tempat jualan yang ada di sekitarnya. Komik atau ilustrasi yang dipajang pun tak terlalu banyak diikuti oleh komikus atau studio komik. Mungkin karena - seperti acara pameran komik lainnya - kurangnya publikasi dan promosi. Selain itu, menurut Beng Rahardian yang menjadi salah satu orang panitia, persiapan pameran terlalu mepet sehingga tak banyak waktu untuk mempersiapkannya.
Terlepas dari kekura
ngan yang ada, acara pameran seperti ini adalah hal yang sangat bagus untuk mendekatkan komik Indonesia khususnya, dengan masyarakat awam yang selama ini tak terlalu mengetahui mengenai perkembangan komik lokal.
Selain pameran komik dan ilustrasi, banyak acara diskusi dan workshop yang diadakan sepajang acara pameran tersebut. Seperti acara workshop Bengkel Komik besama MKI, diskusi perjalanan komik Indonesia bersama Dwi Koen dan Ratna Sari, diskusi Fenomena Komik Underground bersama Firmansyah Rachim dan Hikmat Dharmawan, diskusi Komik,
Animasi dan Dunia Advertising bersama Castle Production dan Tony Masdiono, workshop membuat komik bersama Machiko Sensei, serta presentasi proses pembuatan film animasi layar lebar Homeland oleh Visi Anak Bangsa. Di luar acara yang telah terjadwal tesebut, juga ada acara tambahan sebagai pengisi waktu yang kosong, seperti misalnya diskusi bertema Produksi dan Distribusi komik di bawah 500 exemplar. Sebagai pembicara sehausnya ada Eko Nugroho dari Daging Tumbuh, Noldie dari Sekte Komik dan Fitra dari indiCOMIC Hand Book, tapi Eko dan Noldie tak bisa hadir, sehingga yang menjadi pembicara adalah Fitra dan Alfi dari Dua Warna.
Diharapkan, acara pameran komik di mal semacam ini bisa diikuti oleh Mal lainnya, dengan persiapan yang lebih maang tentunya. [Fitra]
Tau toko buku Kinokuniya yang di Plaza Senayan, kan? Ada yang menyebutnya sebagai surga bagi pecinta buku dan komik impor, yang punya uang tentunya. Toko buku tersebut mengadakan acara diskusi tentang komik pada hari Jumat, 27 Agustus 2004, pukul 18.30. Hadir sebagai pembicara Uwi Mathovani & Rizal Manthovani yang datang belakangan. Sedangkan Hikmat Dharmawan yang dikenal sebagai pengamat komik bertindak sebagai moderator.
Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah mengenai superhero dalam dunia komik. Rizal yang dikenal sebagai penggemar berat Superman, banyak bercerita tentang kegemarannya tersebut dan memamerkan koleksi-koleksi komik Supermannya. Ia bahkan memperlihatkan sebuah komik luar yang terjemahannya dikerjakan olehnya.
Acara dialog komik semacam ini direncanakan untuk diadakan secara reguler, sebagai agenda rutin dari toko buku terseut. Hal ini tentu sangat menggembirakan karena dengan semakin banyak acara tentang komik, akan menumbuhkan gairah bagi berkembangnya komik Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Alfi Zachkyelle yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan fakta tentang komik Dua Warna-nya. “Edisi 5 sedang naik cetak” ia menjelaskan progres komik karyanya itu, “dan sekarang sedang mengexplore edisi 6. Setelah itu dicut.”
Alakazam yang peluncuran episode pertamanya disaksikan oleh Nurul Arifin tahun lalu, padahal saat itu Nurul Arifin ditemani oleh kedua anaknya (apa sehhh?). “Ya, mau gimana lagi? Gue sih siap aja ngerjain berapa episode pun, tapi kalau dari merekanya (M&C Gramedia, red) gak bisa?” Alfi menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, yang tentu saja gak bisa saya jawab.
menerbitkan komik di Indonesia belum terlalu siap, baik dari sisi penerbit, komikus maupun pembaca.
bahwa profit dari penjualan komik yang diterbitkannya tak akan bisa diperoleh dalam jangka pendek. Banyak yang berpendapat, banyaknya komik indie yang diterbitkan oleh perusahaan penerbitan merupakan sebuah awal dari pergerakan yang akan memajukan komik Indonesia.
Telah terjadi perang di kampus reformasi alias Uni-versitas Trisakti Jakarta pada tanggal 26-30 Mei 2004. Yang terlibat perang antara lain kelompok yang datang dari Yogya, Solo, Malang Surabaya dan se-kitarnya, yang diwakili oleh Bengkel Qomik, Swa-comsta, Komik Sempit, Badjak Laoet. Serta kelom-pok lainnya dari Jakarta yang diwakili oleh Alfi Zachkyelle, Basis Komik, Komikus Trisakti, dan lainnya.
Selain acara pameran, ada juga acara dialog komik, workshop serta band bertemakan lagu-lagu yang diambil dari soundtrack film animasi. Juga ada bazaar komik dari panitia, MKI, dan M&C Gramedia.
banyak merchandise seperti kaos, pin, note book, gan-tungan kunci, postcard dan lainnya! Wow! Asal tau aja, merchandise tersebut justru lebih cepat ludes terjual pada setiap acara komik yang mereka ikuti.
Hari pertama, Sabtu tanggal 6, pembukaan dimulai jam 6 sore, mundur beberapa
Hari Minggunya, gw kenalan ama Athonk dari Old Skull, ketemu juga ama Rayteda dari
Senin, masih ada pertunjukan musik. Tapi gak diatas panggung, hanya di lobi masuk ke
